Friends Link

Tattakae!

Review Anime Shingeki No Kyojin


Type: TV
Episodes: 25
Status: Currently Airing
Aired: Apr 7, 2013 to ?
Producers: Production I.G, FUNimation EntertainmentL, Mainichi Broadcasting, Pony Canyon, Kodansha, Wit Studio, Shingeki no Kyojin Team
Genres: Action, Drama, Fantasy, Super Power
Duration: 24 min. per episode
Rating: R - 17+ (violence & profanity)

Review Anime Shingeki No Kyojin - Yeah siapa yang ga tau anime Shingeki No Kyojin yang booming ini :v mimin pun turut jatuh cinta sama anime ini :v yang buat cerita keren :v kreatif :v tapi kali ini ana ga mau bahas tentang yang buat cerita maupun tempe dan tahu :v mau ngesih review aja tentang animenya :v yang sedikit aneh dari anime ini adalah ada episode 13.5 :v keren *_*

Karakter




Seperti layaknya seri panjang lainnya, Shingeki no Kyojin memiliki banyak karakter. Ya harus meluangkan waktu sedikit untuk mencerna dan menghafal karakter-karakternya, apalagi karena settingnya di eropa, nama-namanya ya nama-nama orang barat yang rada asing di dengar hehe. Tapi bukan itu juga sih yang mau dibahas, gue mau bahas tentang gimana character developement yang bagus yang ada di anime ini, bahkan sudah terlihat dari setengah seri ini –rencananya akan dibuat sampe 25 episode.
Masing-masing tokoh dalam anime ini memliki karakter yang kuat, terutama tiga karakter utama yakni Eren, Mikasa, dan Armin. Eren yang sangat emosional dan ambisius untuk membantai  semua titan di muka bumi dan ingin melihat dunia luar, Mikasa yang tenang dan berkepala dingin, yang selalu setia mengikuti Eren kemanapun, dan juga Armin yang merasa bahwa dirinya lemah tidak berguna tapi sebenarnya yang paling pintar diantara mereka. 

Tapi, ada satu karakter yang buat gue spesial dan jadi perhatian gue dari episode pertengahan. Dia adalah Jean. Awalnya Jean diperlihatkan sebagai seorang scumbag yang ikut pelatihan militer hanya untuk hidup enak  jadi Military Police—setidaknya dia jujur—dia  bahkan mencemooh mimpi Eren dan terlibat cekcok dengan Eren di hari pertama, dia juga menganggap Eren sebagai saingan, baik dalam hal kepelatihan, maupun dalam cinta (karena dia suka sama Mikasa dan kerap cemburu setiap ngeliat Eren dapet perhatian Mikasa). 





Tapi perlahan-lahan, ketika kejadian demi kejadian terjadi, Jean mengalami peningkatan dengan kepribadiannya, dia menunjukan perubahan, dari seseorang yang sangat egois, menjadi... ya menjadi lebih baik. Berbeda dengan Annie atau Connie—atau mereka belum aja—, ada banyak scene-scene khusus yang memperlihatkan Jean yang sedang berkonflik dengan pikirannya sendiri, bagaimana dia melihat realita, bagaimana dia takut salah mengambil langkah, dan lain sebagainya yang menurut gue itu sangat keren dan bermakna. Jadi kalau ditanya siapa karakter favorit di Shingeki no Kyojin, maka jawaban gue adalah Jean Kirschtein.


Teknologi




Entah karena akhir-akhir ini gue nonton anime yang settingnya masa sekarang dan masa depan terus, pas nonton anime yang settingnya masa lalu kayak Shingeki no Kyojin ini, gue jadi kagum bagaimana anime ini bisa menciptakan suatu teknologi yang belum ada tapi gak terlalu canggih dan masih nyambung dengan setting waktu saat itu. Tentu saja, tak lain dan tak bukan, teknologi yang gue maksud adalah 3D Manuever Gear. 



3DMG di Shingeki no Kyojin ibarat Denden Mushi di One Piece, gue kagum dan pengen punya. Kalau kalian sangat menikmati mainin game Spider-Man di PS1 karena Spider-Man-nya bisa gelayutan di gedung-gedung, dan kalian menjadi lebih gila saat bermain game Ultimate Spider-Man di PS2 karena asik banget mainin Spider-Man ngegelayut dengan manuver yang lebih bebas dan keren sampe lupa misi, maka percayalah, menonton Mikasa gelayutan di antara bangunan dengan 3D Manuever Gear gak kalah serunya.


Animasi




Siapa sih studionya? Wit Studio? Men kata gue sih mereka berhasil mengeksekusi potensi dari Shingeki no Kyojin menjadi anime. Yang gue liat ada dua, pertama animasi ayunan-ayunan dan gelayutan karakter-karakter dengan 3D Manuever Gear yang seru itu, dan yang kedua dramatisasi suasana chaos dan mencekam, termasuk kebengisan titan waktu makan manusia, teriakan putus asa manusia, muka titan yang ngeselin, dan yang paling penting, musik. 



Ya, musik background di anime ini keren dan pas banget, bisa ngedrive suasana hati dan gue yakin kalian setuju. Artwork yang keren juga tak ketinggalan—yang rasanya udah wajib deh artwork keren di zaman kayak gini—dan desain karakter yang bisa menggambarkan fisik orang eropa dan penggambarannya yang tegas untuk memperkuat efek psikologi. Well done.


Plot




Sayang sekali gue gak bisa ngomong banyak di bagian ini karena gue udah gak merasakan “degg-moment” waktu dihadapkan dengan twist-twist cepat nan –seharusnya—bikin cengo. Ini semua gara-gara gue udah terlalu banyak kena spoiler sebelum nonton. Gue udah berusaha menarik diri keluar dan mencoba melihat jalan cerita as if gue masih suci dari spoiler, tapi... gue gak bisa men. Spoiler terlalu laknat untuk dilupakan dan tetep aja gue gak bisa merasakan kehebohan twist itu, yang diungkapkan komentar-komentar orang yang terbukti dengan caps-lock jebol waktu abis nonton episodenya.  Aku kotor maaa aku kotooooor! Yang bisa gue simpulkan cuma plotnya cukup rapih dengan meninggalkan beberapa misteri-misteri kecil di antara misteri besar. Misteri besar tuh misalnya kayak pengetahuan tentang titan yang sedikit demi sedikit terungkap, dan ruang bawah tanah Eren. Sementara yang keren adalah misteri-misteri kecil yang sangat rentan untuk terlupakan, kayak mimpi Eren, dan gap kecil saat Eren amnesia sesaat.

Lain-lain

Oh boy, fandom SnK rame banget ya. Sampe-sampe muncul sosok ustad Rifa’i, padahal di anime sendiri Rivaille munculnya baru dikit, palingan di manga. Dan ngomong-ngomong soal manga, dalam waktu dekat, Level Comics bakal nerbitin Attack on Titan dan akan segera keluar di toko buku kesayangan Anda, uyeah~



Kemudian ada satu pikiran yang tersirat waktu gue lagi nonton Shingeki no Kyojin ini, jalan ceritanya yang cukup panjang dan bersifat “meningkat” (Eren waktu masih kecil, saat udah jadi cadet, lalu join Recon Corps) dan cerita yang mengandung objective-objective dari yang utama (mengalahkan colossal titan) sampe langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai itu (harus ke ruang bawah tanah rumah Eren, mengambil kembali Trost, join Recon Corps, dll) ditambah setting masa lalu, kayaknya cocok kalo dibikin game RPG. Coba bayangkan game RPG dengan tokoh utama Eren dan Colossal Titan sebagai final bossnya, ah entah kenapa gue pikir ceritanya cocok banget deh kalo dijadiin game RPG, apalagi kalo bisa main gelayutan pake 3D Manuever Gear, pasti seru. Ya Cuma pikiran iseng sih, tapi siapa tahu nanti dibikin beneran, jangan game visual novelnya aja.

Ya, mungkin itu aja, review ini berdasarkan pandangan dan kesan gue selaku penonton yang korban spoiler dan belum baca manganya. Gue lega karena anime ini worth the wait dan memang gak overrated. Selebihnya biarkan gue menikmati sisa setengah sesi ini dengan kenikmatan full tanpa spoiler *tangis haru*


yah cukup ini aja :v

salam nasi vungkus :v

Copyright 2014 Tattakae

sumber

0 komentar maho: